Bersyukur Mendapatkan Pekerjaan

Uncategorized
Setelah berusaha mendapatkan sesuatu, kadang kita melupakan suatu hal. Bersyukur. Contoh bersyukur bukan hanya ketika kita mendapatkan rezeki lebih. Bersyukur masih diberi nikmat bernapas hari ini. Bersyukur bisa makan enak hari ini. Bersyukur bisa bertemu teman-teman hari ini. Bersyukur diberi nikmat sehat sehingga bisa melakukan hal-hal diatas. Dan semuanya yang mestinya kita syukuri. Bersyukur mendapatkan pekerjaan. Ini salah satu contoh bersyukur yang akan saya bahas. Saya kuliah dikelas karyawan. Istimewa. Jika telat ada toleransi. Alasannya "Saya baru pulang kerja". Rata-rata teman saya buruh pabrik. Yang curi-curi waktu supaya bisa tetap kuliah. Bingung saat ada pilihan lembur atau kuliah? Pilih lembur, uangnya bertambah. Biaya kuliah mudah dilunasi. Pilih kuliah, uang tambahan hilang dan terancam tidak diperpanjang kontrak. Mereka sering mengeluh lewat cerita-ceritanya. Bingung harus pilih yang mana. Akhirnya mereka pilih lembur,…
Read More

Si Bungsu Tumbuh Saat Kita Dewasa

Uncategorized
Sudah tiga hari terakhir saya merasakan nyerinya sakit gigi hingga nyeri sampai ke telinga. Ini pertama kalinya. Sakit gigi ini diakibatkan bukan karena berlebihan makan yang manis-manis kemudian jarang sikat gigi sehingga menimbulkan gigi berlubang dan infeksi akibat menyimpan banyak bakteri. Sakit gigi yang saya alami adalah karena tumbuhnya gigi geraham belakang atau biasa disebut dengan gigi bungsu. Saya baru paham bahwa kalimat "Lebih baik sakit gigi dari pada sakit hati" itu adalah bohong. Kalau saya, nggak pilih dua-duanya. Sama-sama nyakitin. Terlebih lagi kalau sakit gigi kemudian ada suara kebisingan rasanya ingin marah-marah saja tapi sulit berbicara. Kan kesel. Gigi bungsu adalah gigi terakhir yang biasa tumbuh saat kita dewasa, kisaran umur 9-24 tahun. Makanya diusia saya yang ke 19 tahun ini baru tumbuh lagi, menyempurnakan jumlah gigi orang dewasa.…
Read More

Yang Saya Dapat Hari Ini

Uncategorized
Saya terlahir dari keluarga sederhana. Ayah saya bekerja sebagai buruh pabrik, sedangkan ibu saya hanya ibu rumah tangga. Setiap hari Ayah bekerja pulang pergi dengan rute Bekasi - Bogor. Ibu mengurus rumah tangga, dari belum terbit matahari hingga terbenam matahari, itu juga masih belum berhenti aktivitas kalau semua anaknya belum tidur. Dulu sebelum saya bekerja, untuk memenuhi kebutuhan hidup hanya dengan mengandalkan pendapatan bulanan dari Ayah. Saya anak sulung dari tiga bersaudara. Anak pertama, yang punya dua adik. Setelah lulus SMP, cita-cita saya ingin melanjutkan pendidikan ke SMA Negeri favorit jurusan IPS, karena saya menyukai pelajaran sejarah. Saya lebih suka menghafal daripada berhitung. Tapi Ibu saya bilang, "Jurusan IPS itu pilihan kedua, kalau nggak dapet jurusan IPA. Cuma kamu yang niat dari awal, mau masuk jurusan IPS." Tetapi keinginan saya…
Read More

Jika Diremehkan, Maka Buktikan

Uncategorized
Lingkungan baru yang hampir dua bulan ini saya jalani (perkuliahan), menjadikan saya bertemu dengan berbagai macam jenis sifat dan karakter manusia. Ada yang susah melihat orang lain senang, ada yang senang melihat orang lain susah. Lho... sama saja ya? Itu biasanya sifat manusia yang namanya iri. Maka dari itu, jadilah manusia yang memiliki sifat : Bahagia melihat orang lain senang. Senang melihat orang lain bahagia. Positif to positif, bukan negatif to positif atau sebaliknya. Baru-baru ini yang saya alami adalah ketika kemampuan saya diremehkan oleh orang lain. Underestimate. Memandang saya seolah-olah "memangnya kamu bisa apa?". Kejadian ini saya sadari saat saya ingin jilid tugas laporan perpajakan. Saya lihat banyak teman sekelas, yang juga nimbrung dan kumpul didepan tempat fotocopy, tempat saya ingin menjilid tugas laporan tersebut. Saya tanya salah satu…
Read More

Percaya Diri Pada Tempatnya

Uncategorized
Minggu ini saya disibukan dengan kegiatan baru dikampus. UTS. Ujian Tengah Semester atau Ulangan Tengah Semester. Kakaknya Ujian Akhir Semester (UAS). Setelah setahun, istirahat sebentar dari berbagai macam ujian. Kecuali, ujian hidup. Akhirnya saya kedapatan lagi, berhadapan dengan soal-soal yang menjadi tolak ukur, sejauh mana saya belajar dan mengerti atau paham selama sebulan belajar di kampus. Dan ini adalah pertama kalinya saya ikutserta UTS diperkuliahan. Dari mulai datang lebih awal. Tidak seperti biasanya, dosen dulu yang masuk baru saya nyusul masuk kelas. Kemudian pakai almamater hijau toska, mirip dengan petugas rumah sakit. Dan membawa kartu ujian, seperti jaman sekolah di SD, SMP dan SMK dulu. Karena ini pertama kalinya, ada beberapa masalah yang saya hadapi. Mungkin juga karena faktor kebiasaan. 1. Hitung Neraca Tidak Balance Saya ada pada jurusan yang…
Read More